Tutup Lawang Sigotaka
Pun sapun…
Tos cunduk kana waktu…
Ninggang kana mangsa…
Mangsana paturay tineung…
Pamit mundur..pamit singkur…
Tutup Lawang Sigotaka
@16.05
Mereka…mereka…mereka

mereka…mereka…mereka…
senyum meraka adalah harapan
tertawa mereka adalah titis nirwana
menyembuhkan jiwa-jiwa yang luka
pada mereka aku ingin selamanya…
@papua oct’11
kursi kosong…
Kursi kosong dihadapanku…
Kala sore slepas hujan…
Kisah kursi kosong dihadapanku
Mencipta berjuta imaji
Bukan karna keindahan design bangku
Tapi warna yg tcipta di relung ini
Imaji liarku mencipta diskusi tanpa dialog
Mencipta keutuhan pada jika dan hanya jika
Ada yg menggelitik jika & hanya jika
Ada yg membahagiakan jika & hanya jika
Ada yg menghangatkan jika & hanya jika
Ada yg mendamaikan jika & hanya jika
Jika ada sosok lain duduk disitu
Mnikmati suasana yg sama
Mencecap moment yg sama
Merasakan atmosfer yg sama
Menghisap energi yg sama
Dan tak ada kata diantara kita
“dia duduk dihadapan teh hangatnya, membaca buku kesukaannya dan mnulis hal-hal kecil yg penting dibuku kecilnya…”
Diam kita mencipta semburat jingga hangat penuh rasa
#Rintik 3
Aku tak meminta cinta yang besar untuk ku,
Pertama, cintailah kedua orang tua mu
Kedua, cintailah pekerjaan mu, kegiatan mu, apapun yg membuat mu senang
Ketiga, cintailah mereka yang mencintai mu (saudara mu…sahabat mu…)
Keempat, cintailah dirimu sendiri, agar kau bisa berdiri menjadi dirimu sendiri
Kelima, sisakan cinta untukku sedikit sahaja
Karna cinta tidak bertahan lama…cinta datang dan pergi…
Pasang surut…timbul tenggelam…
Seperti senja…seperti fajar…
Hanya sekejap walau memang layak tuk dinantikan sepanjang hari dan sepanjang malam…
Yang bertahan dan membuat kita akan terus bertahan adalah harapan
Harapan untuk kehidupan yang lebih baik
Harapan untuk cinta yang lebih indah
Harapan untuk kebahagiaan didunia
Harapan akan masa depan yang cerah
Maka yang kuminta adalah harapan yang besar untuk kita…bukan cinta yang besar…
Jangan berhenti berharap untuk kita…itu yang kuminta…
Karna tanpa harapan semuanya tak akan bertahan…
Andai kau tahu #Rintik…andai kau tahu…
Yg kupupuk untukmu lebih besar dari cinta,
Yg kupupuk dalam diriku untukmu adalah harapan
Imaji…bermetamorfosislah kau menjadi sayekti…
Petualangan ku tdk berakhir disini, sayang
Langkah tertatih ku tdk berakhir disini, sayang
Rupa warna tubuh ta’ indah ku tdk berakhir disini, sayang
Pikir & hati ku tdk berakhir disini, sayang
Membentang sejauh mata memandang
Hening cecuit suara burung
Gesekan biola pinus diterpa angin
Semilir dingin pada hangat tubuh dibalut kabut
Imaji ku akan sosok nya adalah…
Selimut hangat yg membalut kegelisahan
Sepenggal senyum di ujung senja dibibir gelas teh hangat nya
Untaian kata-kata manja dari suara syahdu kisah nya
Sentuhan hangat tubuh nya yg bersandar di sisi ku
Maka akan ku minta waktu terhenti
Maka hanya akan ada aku dan dirimu
Oh imaji…imaji…imaji…
Ingin kau tiada lagi wahai imaji…
Bermetamorfosislah kau menjadi sayekti…
Dimana…dimana…dimana…
Atas nama semua yg membosankan
Atas nama sebatang pohon yg kering
Atas nama gersang tak kunjung hilang
Atas nama sgala kgelisahan
Kutasbihkan rindu menggunung pd tiada
Kurapalkan mantra syiar pujangga pd malam
Kucecap berkali-kali untaian doa pd tiada
Kuteriakan kata cinta pd temaram
Lalu dimana kuharus berlabuh ?
Lalu dimana ku harus bersandar ?
Ditapal batas segala daya upaya
Atau pada rintik hujan ada & tiada
Pada mereka yg duduk berdua dipinggir danau
Syahdu memadu kasih dan nuansa romansa
Dimana…dimana…dimana…


